Rabu, 08 September 2021

Kata, Kalimat, Paragraf beserta Contoh

 "KATA"


 PENGERTIAN KATA 

1. Pengertian Kata menurut KBBI

    Pengertian Kata menurut KBBI, unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.

2. Pengertian Kata menurut Para Ahli
  • Noam Chomsky, Seorang profesor linguistik bernama Noam Chomsky mendefinisikan kata sebagai sebuah dasar analisis kalimat yang tersaji dalam beberapa simbol, seperti N (nomina atau kata benda), V (verb atau kata kerja), A (Adjektiva atau kata sifat), dan lain sebagainya. 
  • Crystal, kata merupakan satuan ujaran yang berasal dari penutur asli berisi pengenalan intuitif secara universal dan disampaikan dalam bentuk bahasa lisan maupun tulisan. 
  • Muib Ba’dulu dan Herman, mengungkapkan bahwa pengertian kata sebagai satuan makna atau gagasan tidak membantu disebabkan adanya kesamaan konsep. 
  • Chaer, Pengertian kata menurut ahli linguistik dari Indonesia Abdul Chaer mengungkapkan bahwa kata adalah satuan ujaran paling kecil yang secara inheren mengandung makna leksikal. Makna leksikal sendiri berarti bahwa makna yang terkandung dalam kata adalah makna sebenarnya, ataupun lugas dan apa adanya. 

    Dengan demikian, Kata atau ayat Kata merupakan satuan bahasa yang mempunyai arti atau satu pengertian. Dalam bahasa Indonesia kata adalah satuan bahasa terkecil yang mengisi salah satu fungsi sintaksis (subjek, predikat, objek, atau keterangan) dalam suatu kalimat.

CONTOH KATA

    Berikut contoh-contoh dari masing masing kata di bawah ini.
  • Nomina (Kata Benda)

    Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak). Contoh kata benda konkret seperti meja, gawai, mobil. Sedangkan contoh kata abstrak seperti kekuatan, cinta, kasih anya, dan kemunduran. Kata benda biasanya berasal dari kata sifat atau kata dasar yang mendapat imbuhan –an, ke- dan –an, pe- dan –an. Contoh:

    1. kata sifat kotor mendapat imbuhan –an menjadi kotoran (kata benda)
    2. kata sifat rajin mendapat imbuhan ke- dan –an menjadi kerajinan (kata benda)
    3. kata dasar topang mendapat imbuhan pe- dan –an menjadi penopang (kata benda).

    Kata benda dapat berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan keterangan.
    Misalnya:

    1. Saya memiliki rumah. (kata rumah sebagai objek kalimat)
    2. Saya memiliki rumah di kota Malang. (kota Malang sebagai keterangan tempat kalimat).
    3. Rumah dimiliki saya. (kata rumah sebagai subjek)
    4. Saya belajar memanen padi. (kata benda padi menjadi pelengkap kalimat dan melekat pada kata memanen)
    Verba (Kata Kerja)

    Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan melakukan perbuatan atau tindakan. Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.

    Ciri kata kerja:

    1. Dapat diberi anya waktu, seperti akan, sedang, dan telah
      Contoh: akan bermain, akan minum, sedang mandi, telah pergi
    2. Dapat diingkari dengan kata tidak
      Contoh: tidak mandi, tidak minum
    3. Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + kata benda atau kata sifat
      Contoh: pergi dengan ayah, membaca dengan cepat.

    Jenis-jenis kata kerja (verba):

    1. Verba dasar bebas, seperti: duduk, minum, makan.
    2. Verba turunan, terdiri atas:
    • Verba berafiks (berimbuhan):
      Contoh: memakan, menyapu
    • Verba bereduplikasi:
      Contoh: jalan-jalam, minum-minum
    • Verba berproses gabung:
      Contoh: tertawa-tawa, mengingat-ingat.
    • Verba majemuk:
      Contoh:  cuci mata, campur tangan, unjuk gigi.
    • Verba transitif (kata kerja yang membutuhkan objek)
      Contoh :
      –  Saya (S) membaca (P) buku (O).
    • Verba intransitif (kata kerja yang tak memerlukan objek.
      Contoh :
      –  Mereka (S) makan (P) di restoran (K).
      –  Ibu (S) sedang memasak (P).
    Kata Sifat (Adjektiva)

    Kata sifat merupakan kata yang menjelaskan sifat, keadaan, karakter, perilaku seseorang.
    Jenis-jenis kata adjektiva:

    1. Ajektiva dasar, seperti  rajin, pelit, arogan, buruk
    2. Adjektiva turunan terdiri atas:
      Adjektiva berafiks (berimbuhan)
      contoh:
      terburuk, termuda
      adjektiva berafiks –I, -wi, -iah
      contoh:
      insani, surgawi, rohaniah, abadi, duniawi, abadi, duniawi, anya, ilmiah, rohaniah, surgawi.
    3. adjektiva bereduplikasi
      contoh:  tua-tua
    Promina (Kata Ganti)

    Pronomina terdiri dari 3 jenis kata,  yaitu:

    1. Pronomina penunjuk seperti ini, itu, sanam situ, begitu, begini
    2. Pronomina persona kata ganti orang, misalkan saya, aku, dia, kamu, engkau, mereka.
    3. Pronomina penanya seperti apa, dimana, mengapa, bagaimana, apa, dan kapan.
    Adverbia (Kata Keterangan)

    Kata keterangan terdiri dari beberapa jenis kata, seperti:

    1. Kata keterangan dasar, seperti paling, amat, sangat, alangkah.
    2. Kata keterangan turunan, seperti lebih-lebih, secepat-cepatnya, semau-maunya, belum pernah.
    Numeralia (Kata Bilangan)

    Kata bilangan atau numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, benda, dan sebuah urutan proses atau peristiwa. Contoh: sejuta, pertama-tama, kedua, dan sepertiga.

    Konjungsi (Kata Sambung)

    Kata hubung atau konjungsi adalah kata yang  berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat.
    Macam-macam konjungsi:

    1. Konjungsi perluasan, misalnya: yang.
    2. Konjungsi pengantar objek, misalnya: bahwa.
    3. Konjungsi penegasan, misalnya: malahan dan bahkan.
    4. Konjungsi penambahan, misalnya: dan, dan lagi, tambahan lagi, lagi pula.
    5. Konjungsi urutan, misalnya: lalu, setelah itu.
    6. Konjungsi pilihan, misalnya: atau.
    7. Konjungsi menyatakan waktu, misalnya: saat, ketika, sejak.
    8. Konjungsi sebab-akibat, misalnya: sebab, karena, karena itu, akibatnya.
    9. Konjungsi persyaratan, misalnya: asalkan, jikalau, kalau.
    10. Konjungsi pengandaian, misalnya: andaikata, andaikan, seandainya, seumpamanya.
    11. Konjungsi harapan/tujuan, misalnya: agar, supaya, hingga.
    12. Konjungsi pengantar wacana, misalnya: adapun, maka, jadi.
    13. Konjungsi perlawanan, misalnya:  tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya, padahal.
    Partikel (Kata Sandang)

    Kata sandang adalah kategori atau anya yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Unsur ini digunakan dalam kalimat anya, perintah dan pernyataan (berita).

    Jenis-jenis kata partikel:

    1. kah, misalnya: Apakah Ibu Murini sudah pulang?
    2. kan, misalnya: Tadi kan sudah diberi tahu!
    3. deh, misalnya: Pulang deh, jangan terlalu lama di sini.
    4. lah, misalnya: Pergilah, aku merelakanmu.
    5. dong, misalnya: Sini dong, duduk dekat dengaku saja.
    6. kek, misalnya: mulai kek, lama sekali.
    7. pun, misalnya:  Berjalan pun ia tak sanggup.
    8. toh, misalnya: Ia toh bukan seorang yang bisa diandalkan.

    Selain itu kata sandang juga dapat membatasi makna jumlah orang atau benda, misalnya sang anak (bermakna tunggal), para ahli (bermakna jamak), dan si kecil (bermakna netral), dan Sri Baginda (bermakna khusus).

    Kata Depan (Preposisi)

    Jenis kata ini selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan (frasa preposisional). Contoh katanya adalah di, ke, dari, atas, terhadap, kepada, oleh.

    Kata Interjeksi (Kata Seru)

    Kata seru digunakan untuk membatu mengekspresikan emosi (kesalan, marah, kagum) seseorang seperti kata:

    1. ih (jijik)
      Contoh: Ih, kamu jorok sekali!
    2. wow (kagum)
      Contoh: Wow, bagus sekali lukisannya!
    3. sialan (kesal)
      Contoh: Sialan, bukuku ketinggalan!
    4. syukurlah (rasa syukur)
      Contoh: Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa!
    5. semoga (harapan)
      Contoh: Semoga kamu selamat sampai di sana!
KALIMAT

PENGERTIAN KALIMAT

1. Pengertian Kalimat menurut KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan, Arti lainnya adalah perkataan. Masih menurut KBBI, arti kalimat adalah satuan bahasa yang berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual atau potensial yang terdiri atas klausa.

2. Pengertian Kalimat menurut Para Ahli
  • Dardjowidojo (1988), menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu  ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.
  • Slametmuljana (1969), kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu,  disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.

  • Kridalaksana (2001), kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa;  klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya.


Secara umum, kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah.

    Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Bila tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukan kalimat, melainkan hanya sebuah frasa. Di sini, kalimat dibagi menjadi dua, yakni kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

CONTOH KALIMAT

1. Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

    Setelah mengetahui syarat-syarat kalimat efektif, maka Anda dapat menyusun kalimat efektif sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan EYD serta tanda baca. Kalimat tidak akan menjadi efektif meskipun sudah memenuhi tujuh syarat diatas jika masih terdapat kesalahan dalam penggunaan EYD maupun tanda baca. Kalimat efektif yang baik adalah kalimat yang dapat menyampaikan informasi dari penulis tanpa adanya kesalahan makna yang diterima oleh pembaca maupun pendengarnya.

    Contoh kalimat tidak efektif  

Kalimat tidak efektif: Saran yang dikemukakakan olehnya akan dipertimbangkan oleh kami

Kalimat efektif: Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan

1.1 Contoh pada Teks Pidato

    Pidato dilakukan untuk menyampaikan informasi secara lisan. Pidato biasa dilakukan pada keadaan penting oleh orang tertentu. Terdapat beberapa metode dalam melakukan pidato, salah satunya adalah membaca teks pidato. Pembuatan teks pidato diharapkan agar tidak terlewatkannya informasi penting yang ingin disampaikan kepada orang banyak. Dalam penyampaian, teks pidato masih sering ditemukan ketidakefektifan.

    Contoh kalimat tidak efektif pada teks pidato yang disampaikan oleh kepala sekolah saat upacara penaikan bendera hari senin.

Bagi semua siswa harus memahami uraian berikut ini.

    Kalimat di atas dapat menjadi efektif jika diubah menjadi

Semua siswa harus memahami uraian berikut ini.

    Contoh lain kalimat tidak efektif pada pidato yang disampaikan oleh pemimpin dalam sebuah lingkungan tempat tinggal adalah

Sebetulnya banyak orang-orang yang masih peduli terhadap kebersihan lingkungan di desa Sukamaju ini.

    Kalimat tersebut tidak efektif karena kata banyak sudah menunjukan arti jamak, jadi tidak perlu menjamakkan kata ­orang. Kalimat di atas dapat menjadi kalimat efektif jika diubah menjadi

Sebetulnya banyak orang yang masih peduli terhadap kebersihan lingkungan di desa Sukamaju ini.

1.2 Contoh pada Teks Berita

    Berita merupakan informasi tentang keadaan yang sedang terjadi. Berita dapat disampaikan melalui berbagai media, salah satunya melalui media cetak. Media yang biasa digunakan untuk menyampaikan berita adalah koran.

    Berikut adalah kalimat tidak efektif pada teks berita

Pemerintah disarankan untuk lebih mensosialisasikan tentang hal-hal yang dapat dimanfaatkan dari hasil hutan bukan kayu, seperti minyak atsiri.

    Kalimat di atas meskipun sudah memenuhi tujuh syarat kalimat efektif, namun masih ditemukan kata yang tidak sesuai dengan kaidah EYD. Kata mensosialisasikan seharusnya diganti dengan menyosialisasikan. Kalimat tersebut dapat efektif jika diubah menjadi

Pemerintah disarankan untuk lebih menyosialisasikan tentang hal-hal yang dapat dimanfaatkan dari hasil hutan bukan kayu, seperti minyak atsiri.

    Contoh lain kalimat pada teks berita yang tidak efektif adalah

1 Mei dituntut buruh sebagai hari libur nasional

    Kalimat di atas dapat diubah menjadi

Buruh menuntut agar 1 Mei dijadikan sebagai hari libur nasional.

1.3 Contoh pada Teks Pengumuman

    Pengumuman bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masa yang luas. Pengumuman bisa disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu video, gambar, maupun tulisan.

    Contoh kalimat tidak efektif dalam teks pengumuman dalam sebuah sekolah

Peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 dilaksanakan di lapangan utama sekolah pada hari minggu.

    Peringatan yang ke-69 adalah peringatan Hari Kemerdekaan bukan Republik Indonesia yang ke-69 karena Republik Indonesia hanya satu. Kalimat di atas dapat menjadi kalimat efektif jika diubah menjadi

Peringatan Hari Kemerdekaan ke-69 Republik Indonesia dilaksanakan di lapangan utama sekolah pada hari minggu.

1.4 Contoh pada Teks Drama

    Dalam menyusun teks drama juga harus diperhatikan keefektifan kalimatnya. Selain unsur intrinsik dan ekstrinsik pada sebuah drama, makna dari drama tersebut tidak akan tersampaikan kepada penonton jika tidak menggunakan kalimat yang efektif.

Contoh kalimat tidak efektif pada teks drama “penantian” karya Lukman Sardi

Anak: Bu, sudah delapan purnama kira menunggu kedatangan bapak, akankah ini Cuma sekedar penantian bu?

    Kalimat di atas tidak efektif karena kata sekedar bukanlah kalimat yang baku. Bentuk baku dari sekedar adalah sekadar. Kalimat di atas dapat menjadi efektif jika diubah menjadi

Anak: Bu, sudah delapan purnama kira menunggu kedatangan bapak, akankah ini Cuma sekadar penantian bu?

1.5 Contoh pada Teks Monolog

    Monolog adalah suatu ilmu seni peran yang hanya dibutuhkan satu orang dalam melakukan adegannya. Ekspresi dan penghayatan adalah hal yang perlu diperhatikan dalam monolog. Namun, tanpa adanya penggunaan kalimat yang efektif dapat menyebabkan hilangnya makna yang diperankan oleh aktor tersebut.

    Contoh kalimat tidak efektif yang terdapat pada teks monolog adalah

Ketika ayah meninggalkan tempat pemukiman, hanya kulihat punggungnya yang setengah membungkuk.

    Kalimat di atas dapat menjadi efektif jika diubah menjadi

Kulihat punggung ayah setengah membungkuk saat meninggalkan pemukiman.

PARAGRAF
PENGERTIAN PARAGRAF


1. Pengertian Paragraf menurut KBBI 

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan, yang biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru.

2. Pengertian Paragraf menurut Para Ahli

Widyamartaya (1995)

    Paragraf adalah karangan yang terbentuk dari satu atau lebih pada suatu kalimat yang saling berkaitan dan mempunyai satu kalimat utama yang menjiwai seluruh karangan.

Akhaidah, dkk. (1988)

    Paragraf merupakan inti penuangan ide atau gagasan dalam sebuah karangan. Di dalam paragraf terkandung satu unit ide pokok atau gagasan yang didukung oleh seluruh kalimat dalam karangan di suatu paragraf. Kalimat tersebut baik berupa dari kalimat pengenal, kalimat penjelas, maupun kalimat penutup.

Parera (1991)

    Paragraf merupakan satu model karangan yang paling kecil susunannya dalam sebuah karangan bebas atau karya ilmiah.

Arifin dan S. Amran Tasai (2006)

    Pengertian paragraf yaitu seperangkat kalimat yang membahas suatu gagasan atau topik utama. Kalimat dalam suatu karangan menunjukkan kesatuan ide atau mempunyai hubungan yang saling berkaitan dalam membentuk gagasan atau topik.

Ramlan (2010)

    Paragraf merupakan bagian dari suatu kalimat yang tersusun atas sejumlah pilihan kata yang membentuk kalimat. Kalimat tersebut tersusun rapi dan mengungkapkan kesatuan informasi berdasarkan acuan ide pokok atau gagasan yang terkandung di dalamnya.


    Paragraf adalah suatu gagasan yang berbentuk serangkaian kalimat yang saling berkaitan satu sama lain. Nama lain dari paragraf ialah wacana mini. Kegunaan dari paragraf adalah untuk menjadi penanda dimulainya topik baru dan memisahkan gagasan-gagasan utama yang berbeda. Penggunaan paragraf memudahkan pembaca untuk memahami bacaan secara menyeluruh. Panjang dari satu paragraf adalah beberapa kalimat. Jumlah kalimat dalam paragraf ditentukan oleh cara pengembangan dan ketuntasan uraian gagasan yang disampaikan. Jumlah kalimat di dalam paragraf dapat menentukan kualitas dari bacaan. 

     Paragraf tersusun dari gagasan utama yang terletak dalam kalimat topik. Selain itu, terdapat kalimat penjelas yang memperjelas kalimat topik. Paragraf juga berfungsi untuk mengungkapkan pemikiran penulis secara sistematis sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca. Kriteria sekumpulan kalimat yang dapat menjadi paragraf yaitu adanya kesatuan, kepaduan, ketuntasan, keruntutan, dan sudut pandang yang tidak berubah-ubah.

Macam-Macam Paragraf

  • Adapun untuk paragraf sendiri memiliki beberapa macam, diantaranya ialah sebagai berikut:

    Paragraf Campuran

    untuk campuran sendiri memiliki beberapa karakteristik, yaitu.

    • Ini memiliki 2 kalimat utama.
    • Kalimat penjelas ada di tengah paragraf.
    • Memiliki frase berulang pada kata kunci di kedua kalimat utama.
    • Kalimat utama adalah di awal paragraf.
    • Kalimat utama kedua ditemukan di akhir paragraf.

    Paragraf Induktif

    untuk induktif sendiri memiliki beberapa karakteristik, yaitu.

    • Kalimat utama adalah kesimpulan.
    • Kalimat utama ada di akhir paragraf.
    • Mulai dari penjelasan khusus.
    • Pola kalimat disusun dari khusus ke umum.

    Paragraf Deduktif

    • Dimulai dengan pernyataan umum diikuti dengan deskripsi atau penjelasan khusus.
    • Akhiri dengan penjelasan.
    • Posisi kalimat utama di awal paragraf.

  • Contoh Paragraf Campuran

1) Dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hidup tanpa udara. Udara adalah sumber kehidupan ini selain air, cobalah bagaimana rasanya menahan napas selama setengah jam, pasti tubuh kita lemah dan ingin pingsan.

2) Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dipisahkan dari komunikasi. Setiap aktivitas manusia harus menggunakan struktur komunikasi, baik sarana komunikasi modern maupun sederhana. Budaya dan peradaban manusia tidak akan dapat maju seperti sekarang tanpa sarana komunikasi.

3) Memotong sampah jangan dibuang langsung ke tempat sampah. Mengapa? karena sisa rambut bisa dijadikan kompos. Limbah rambut sangat cocok sebagai bahan kompos karena mengandung nitrogen tinggi. Karena itu, ternyata limbah potongan rambut dapat didaur ulang menjadi barang yang lebih bermanfaat dan bermanfaat.

4) Manfaat jeruk nipis terbukti banyak. Jeruk nipis dapat digunakan sebagai obat batuk alami. Ini juga bisa menjadi minuman yang menyegarkan. Jeruk nipis juga digunakan sebagai bumbu di dapur. Jadi ternyata ada banyak manfaat jeruk nipis bagi manusia.

5) Pendidikan yang paling penting bagi anak-anak adalah pendidikan karakter. Karena dengan pendidikan karakter yang baik, anak-anak memiliki mental dan karakter yang kuat. Orang tua dan guru dapat bekerja bersama untuk membentuk karakter anak. Jika berhasil, pengetahuan dan saran akan ditransfer lebih mudah ke anak-anak. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus diutamakan daripada pendidikan.

  • Contoh Paragraf Induktif

1) Pengembangan game di era ini sangat cepat, kita tahu game PS4 seperti GTA, PES, FIFA dan game yang dapat dimainkan di smartphone. Bermain game-game ini benar-benar sangat menarik, grafisnya sudah mendekati kenyataan, di atas semua itu mereka dapat bermain online dengan orang lain.

2) Setiap orang menyadari bahwa bahasa adalah sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi kehidupan akan menjadi lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi itu berhenti. Faktanya, bahasa adalah alat komunikasi yang paling efektif dan efisien.

3) Dian suka membantu orang dan selalu baik ketika bepergian. Dia tidak suka adik Junai yang suka mengabaikan orang. Junai lebih terkenal karena bajingannya daripada karena kesuksesannya. Inilah mengapa kedua saudara lelaki itu mendapatkan bantuan yang berbeda dari teman-teman mereka.

4) Sekarang kita telah memulai musim hujan. Semakin banyak sampah yang menumpuk karena kita sering menjadi kotor. Selanjutnya, permukaan sungai saat ini semakin meningkat. Saya harus menunggu untuk datang setiap hari.

5) Belajar di masa lalu yang membutuhkan lebih banyak upaya karena daya tangkap yang dibutuhkan seiring bertambahnya usia. Selanjutnya, pemikiran-pemikiran ini juga harus ditolak. Alasan yang mencerminkan pembelajaran di usia tua adalah cara melukis di udara.

  • Contoh Paragraf Deduktif

1) Merek Hp sekarang banyak pilihan di samping perusahaan teknologi yang sedang berkembang. Ada beberapa merek smartphone terkenal di antara kita, misalnya Samsung, Apple, Xiaomi dan Oppo. Meski begitu jangan buang uang untuk membeli smartphone yang tidak kita butuhkan, beli seperlunya.

2) Keinginannya sulit untuk diikuti. Pada pertemuan sebelumnya telah diputuskan bahwa dana harus disetor terlebih dahulu. Peserta setuju. Namun, hari ini dia terpaksa menggunakannya untuk membuka bisnis baru.

3) Saat ini, kaum muda tidak lagi mencari pekerjaan hanya untuk mendapatkan gaji besar. Bahkan generasi muda saat ini mulai mempertimbangkan aspek kepuasan kerja batin. Jadi ini menyebabkan generasi muda bekerja sesuai dengan minat dan bakat mereka.

4) Bekerja di startup atau perusahaan startup memiliki beberapa keunggulan. Pertama-tama, Anda akan memiliki kesempatan untuk belajar cara membangun perusahaan dari awal secara langsung. Kedua, Anda dapat bekerja di berbagai posisi yang tersedia di perusahaan, ini membuat Anda belajar banyak hal dan keterampilan semakin meningkat.

5) Bahkan jika guru menunjukkan slide materi kepada siswa, pembelian buku pelajaran belum dilakukan. Karena slide yang disediakan oleh guru hanyalah bahan utama dan buku materi pelajaran berisi diskusi mendalam tentang materi tersebut.

DESAIN ARSITEKTUR

DESAIN ARSITEKTUR   Samuel David Armando Polopadang / 20021102064   Mahasiswa Teknik Arsitektur Strata 1 UNIVERSITAS SAMRATULANGI MANADO Ema...